← Semua beritaKabar pariwisata Kabupaten Semarang

Koordinasi Persiapan Rawa Pening Run Heritage 2026

Disparta Kab. Semarang · 2026-10-20
Koordinasi Persiapan Rawa Pening Run Heritage 2026

Klik foto untuk melihat ukuran asli.

>

Pada Hari Senin, tanggal 19 Oktober 2026, bertempat di Ruang Dharma Satya Sekretariat Daerah Kabupaten Semarang, telah diselenggarakan Rapat Koordinasi Persiapan Rawa Pening Run Heritage 2026. Rapat dipimpin Bapak Suharnoto, Staf Ahli Bupati Semarang, didampingi Bapak Ahmad Muthohar, Kapokja Disporapar Provinsi Jawa Tengah, dan Bapak Didik Setiawan, Sekretaris Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang. Dalam rapat koordinasi ini, Magenta 87 Event Management selaku EO penyelenggara kegiatan turut hadir untuk menyampaikan paparan rencana kegiatan.

Rawa Pening Run Heritage 2026 dengan lokasi start dan finish di Benteng Willem I Ambarawa akan dilaksanakan besok pada Hari Minggu, tanggal 29 November 2026.. Event sport tourism ini merupakan program kegiatan Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Jawa Tengah, yang pada pelaksanaannya berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Semarang.

Kabupaten Semarang memiliki kombinasi potensi alam, sejarah, budaya dan cerita rakyat yang sangat kuat. Kawasan Ambarawa dan Rawa Pening menawarkan karakter destinasi yang berbeda karena mempertemukan: - Bentang alam Rawa Pening - Pegunungan - Kawasan pedesaan - Bangunan heritage - Sejarah Ambarawa - Budaya masyarakat lokal - Legenda Rawa Pening 

Potensi tersebut dikembangkan menjadi sebuah sport tourism event yang tidak hanya berorientasi pada kompetisi lari, tetapi juga memberikan pengalaman perjalanan, budaya dan storytelling. Rawapening Run Heritage dirancang sebagai annual running yang membawa peserta menjelajahi Kabupaten Semarang melalui pengalaman lari yang memiliki cerita.

Baruklinting adalah seekor naga ajaib yang bisa berbicara, lahir dari seorang putri bernama Endang Sawitri, yang kemudian pergi mencari ayahnya, Ki Hajar Salokantara, di Gunung Telomoyo. Untuk membuktikan asal-usulnya, ia bertapa melingkari gunung tersebut, namun warga desa yang kelaparan justru memotong-motong daging tubuh naganya untuk dijadikan makanan pesta. Setelah menjelma menjadi anak kecil kotor dan diusir oleh warga yang angkuh, kecuali seorang nenek baik hati yang memberinya makan, Baruklinting menantang warga mencabut sebatang lidi yang ia tancapkan ke tanah. Karena tidak ada satu pun warga yang mampu mencabutnya, Baruklinting menarik sendiri lidi tersebut hingga memicu semburan air deras yang menenggelamkan seluruh desa menjadi danau Rawa Pening, di mana hanya sang nenek yang selamat menggunakan lesung kayu. Legenda Baru Klinting–Rawa Pening bukan sekadar ornamen cerita, melainkan fondasi narasi acara. Dalam Rawa Pening Run Heritage, setiap bagian legenda diterjemahkan menjadi pengalaman peserta yang menonjolkan alam, kemanusiaan, keberagaman, dan pelestarian warisan lokal. 

 

STORY TELLING PERJALANAN BERMAKNA Dari Legenda, Menuu Warisan

Rute scenic mengelilingi Rawa Pening

Melewati ikon heritage seperti Benteng Fort Willem I

Pemandangan alam, desa, dan kehidupan masyarakat lokal

Setiap kilometer adalah bagian dari cerita

 

BERLARI UNTUK SEMUA Inklusif, tanpa Batas

Terbuka untuk pelari nasional 

Ramah bagi penyandang disabilitas 

Komunitas, keluarga, dan pelari pemula ikut menjadi bagian 

Semangat kebersamaan di setiap langkah

 

SUASANA HERITAGE Tradisi yang Hidup di Sepanjang Rute

Gapura, umbul-umbul, dan ornamen khas penanda Jawa 

Pertunjukan seni dan musik tradisional 

Dukungan masyarakat lokal di sepanjang rute 

Spot foto budaya dan instalasi interaktif

 

BERLARI BERTANGGUNG JAWAB Langkah Kecil, Dampak Besar

Stasiun isi ulang di beberapa titik rute 

Tempat sampah pilah dengan konsep bambu dan material tradisional 

Kampanye “Lari Bijak, Tinggalkan Jejak Baik” 

Edukasi mengenai kebersihan dan kelestarian Rawa Pening.