505 TAHUN KABUPATEN SEMARANG - SEJARAH KABUPATEN SEMARANG

Berita

SEJARAH KABUPATEN SEMARANG 

Wilayah Kabupaten Semarang terletak di persimpangan menuju ke arah Semarang, Yogyakarta, Solo, bahkan jaraknya sangat dekat dan berbatasan dengan wilayah ibu kota provinsinya, yaitu Kota Semarang. Oleh karena itu batas utara dari wilayahnya adalah Kota Semarang dan Kabupaten Demak, sebelah timur dengan Kabupaten Boyolali, dan Grobogan, sebelah selatan berbatasan dengan Kabupaten Boyolali dan Kabupaten Magelang. Sebelah barat berbatasan dengan Kabupaten Temanggung dan Kabupaten Kendal. Sedang di tengah-tengah wilayah terdapat Kota Salatiga. 

Semarang erat kaitannya dengan Demak menurut cerita babad, Kabupaten Semarang didirikan oleh cucu Raden Patah, Putra Adipati Unus (Raja Demak II), yang bernama Raden Made Pandan (yang lebih senang mengembara) adapun tahta Kerajaan Demak diserahkan kepada pamannya, Raden Trenggono. Pengembaraan Raden Made Pandan sampai sebuah Pulau bernama Pulau Tirang yang akhirnya dikenal dengan nama Semarang. Di pulau tersebut beliau mendirikan pemukiman dengan Tireng Amper, yang di sekelilingnya ditanami pohon pandan. Oleh karena itu kemudian beliau dikenal dengan sebutan Kyai/Ki Pandan Aran. Di tempat tersebut Ki Pandan Aran berhasil mengalahkan para penguasa setempat yang masih memeluk peradaban “jawa-lama” (Hindu Budha) untuk digantikan dengan peradaban Islam. Adapun nama “Semarang” dikemukakan oleh Syeh Wali Lanang berdasarkan situasi lingkungan pada saat itu yang banyak ditumbuhi pohon asam (Jawa-Asem) dalam posisi jarang-jarang (arang-arang) sehingga menjadikan kata “Asem Arang atau Semarang”. 

Setelah Ki Pandan Aran wafat kedudukan sebagai penguasa wilayah digantikan oleh putra sulungnya yang Bernama Pangeran Kesepuhan, dengan sebutan Ki Pandan Aran II. Pada waktu itu Kerajaan Demak sudah hancur oleh adanya perebutan kekuasaan. Adapun Kerajaan yang berkuasa pada waktu itu adalah Kerajaan Pajang, Oleh Raja Pajang, pengangkatan Pangeran Kesepuhan (Ki Pandan Aran II) sebagai penguasa wilayah Semarang tersebut sekaligus ditetapkan sebagai bupati, dengan sebutan Adipati Pandan Aran II. Selanjutnya berlangsung sampai sekarang ada tata pemerintahan dalam wilayah administratif yang bernama Kabupaten Semarang.  

Pendiri Kabupaten Semarang adalah anak Pati Unus yang bernama Made Pandan, yang kemudian dikenal dengan sebutan Ki Pandan Aran (I). Adapun waktu pengangkatannya sangat mungkin bersamaan dengan pengangkatan Pangeran Trenggono sebagai Raja Demak III, yaitu setelah meninggalnya Pati Unus. Sebagaimana tradisi masa itu, bahwa biasanya saat yang dianggap tepat untuk mengundangkan sesuatu adalah dilakukan pasa saat “pisowanan agung” dalam rangka peringatan hari besar agama islam, khususnya peringatan hari lahir (maulud) Nabi Muhammad SAW tanggal 12 Rabiul Awal, Hari Raya Idul Fitri tanggal 1 Syawal, ataupun Hari Raya Haji Idul Adha tanggal 10 Dzhulhijah (Jawa : Besar). 

Perayaan tersebut disertai upacara grebeg yang diadakan di halaman masjid. Sehubungan dengan itu maka pengumuman penetapan Ki Made Pandan sebagai penguasa wilayah Semarang berlangsung pada saat penyelenggaraan upacara peringatan Maulud Nabi pada tahun 1521. 

Berdasarkan fakta Sejarah dan hasil kajian tim penelusur sejarah Kabupaten Semarang, dan juga sarasehan serta seminar tentang kesejahteraan terbentuknya Kabupaten Semarang sehingga ditentukan tanggal 12 Rabiul Awal 927 H. yang jatuh pada hari Selasa Kliwon tanggal 15 Maret Tahun 1521 sekaligus bertepatan dengan pengangkatan Ki Ageng Pandanaran I sebagai Bupati Semarang. Dan selanjutnya ditetapkanlah Peraturan Daerah Kabupaten Semarang Nomor 1 Tahun 2013 tentang Hari Jadi Kabupaten Semarang. Sehingga setiap tanggal 15 Maret diperingati Hari Jadi Kabupaten Semarang.