Monitoring dan Pemantauan Daya Tarik Wisata di Kabupaten Semarang
Berita
Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang secara berkala melaksanakan kegiatan Monitoring dan Pemantauan Daya Tarik Wisata di Kabupaten Semarang secara bergantian ke lokasi-lokasi wisata. Kegiatan ini dilaksanakan untuk memeriksa kesiapan, kebersihan, keamanan, dan kualitas pelayanan di suatu Daya Tarik Wisata. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan kenyamanan pengunjung/wisatawan serta kepatuhan terhadap standar pariwisata. Monitoring dan Pemantauan yang dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 15 September 2026 bertempat di DTW Kopeng Treetop Adventure Park Getasan, DTW Agrowisata Gunungsari Kopeng Getasan, dan DTW The Kopeng Park Getasan.
Pemantauan difokuskan pada:
* Kebersihan dan Fasilitas: Mengecek pengelolaan sampah, kondisi toilet, tempat ibadah, serta fasilitas umum lainnya, termasuk fasilitas-fasilitas ramah anak, ramah disabilitas, dan ramah muslim.
* Keamanan dan Ketertiban: Memeriksa kesiapan petugas pengamanan, pos kesehatan, rambu-rambu petunjuk arah, perlengkapan keselamatan, protokol kesehatan dan keselamatan, dan lain-lain.
* Menilai penerapan unsur-unsur Sapta Pesona (Aman, Tertib, Bersih, Sejuk, Indah, Ramah Tamah, Kenangan) dan CHSE (Kebersihan, Kesehatan, Keamanan, dan Keberlanjutan Lingkungan).
* Manajemen Pengunjung: Mengatur alur masuk dan keluar serta kapasitas area parkir agar tidak terjadi penumpukan.
* Kualitas Pelayanan: Memastikan staf dan pelaku UMKM lokal memberikan pelayanan yang ramah serta profesional.
Monitoring dan Pemantauan di DTW Kopeng Treetop Adventure Park Getasan diterima oleh Mba Indah selaku pengelola lapangan, di DTW Agrowisata Gunungsari Kopeng Getasan diterima oleh Pak Slamet Buang selaku owner, dan di DTW The Kopeng Park Getasan diterima oleh Mba Istiana selaku manajer operasional.
Pada kegiatan Monitoring dan Pemantauan Daya Tarik Wisata kali ini juga sekaligus dilakukan sosialisasi GERMAS kepada para pengelola Daya Tarik Wisata di Kabupaten Semarang. GERMAS adalah Gerakan Masyarakat Hidup Sehat, yaitu sebuah gerakan nasional di Indonesia yang bertujuan untuk membudayakan pola hidup sehat dan meninggalkan kebiasaan buruk yang kurang sehat.
Program ini diprakarsai oleh pemerintah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar lebih peduli terhadap kesehatan demi kualitas hidup yang lebih baik.
Penerapan GERMAS dalam kehidupan sehari-hari mencakup beberapa kegiatan utama, antara lain:
* Melakukan aktivitas fisik atau olahraga secara rutin.
* Mengonsumsi buah dan sayur setiap hari.
* Tidak merokok dan tidak mengonsumsi alkohol.
* Melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.
* Menjaga kebersihan lingkungan.
* Menggunakan jamban yang sehat.